aku masih membisu
pada sesuatu yang aku keliru
cahaya tidak tertembus ke arahku
yang ada hitam dan setompok titik putih
aku takutkan matahari
aku malu dengan matahari
aku perajurit malam
deru angin tidak mencengkam
malamku sepi siangku keji
aku debu pada kalian
akan tiba hadirnya
hilang dan terbang
Memaparkan catatan dengan label suara kita.. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label suara kita.. Papar semua catatan
Jumaat, 28 Oktober 2011
Rabu, 26 Januari 2011
penunjang abadi (hidup mati gergasi merah kuning)
aku tidak pernah terhenti
segala jasad terus dari jiwa kuserahkan
daku abdi apa yang ada untukmu
laungan- laungan tidak sekerat
segala sorakan hingga penamat
aku menangis menerima segala
kemenangan dan kekalahan
tidak berbelah aku berdiri
tidak sesekali aku khianati
jatuh bangun panji ditangan tetap kukibar
biarkan sejarah yang sarat kekal diingatan
kerna sejarah baru bakal menghias
aku tetap juang dibalik kandang ini
aku takkan gentar walau ramai musuh dikanan kiri
aku dibesarkan dari tradisi begini
aku teruskan legasi ini
hidup mati untukmu.
Sabtu, 15 Januari 2011
seribu wajah.
wajah ini
jelmaan kisah dia yang lalu
larut gelap selungkur dari kasih terpisah
durja lara bertiang jembel
pedih
terlihat raut ini
lakaran kecundang persoalan mengundang
iris mata kelopak jiwa rengsa
berulit debu-debu sengsara
dan dia
si kecil dari alaqah tidak berbapa
termangu apa noktahnya
betapa cara suap pakainya
berselimut lingkungan mawar liar
termaktub kelak menjadi apa
iradat penentu segala
Ahad, 2 Januari 2011
tekukur melahu
berabad sumpah tuah dibela
ribuan pertahan ironik tipu mereka
raja-raja murka harta menyusut
mula bangun pahlawan-pahlawan tekukur
harapkan midas beroleh lumayan
bangun bangun bangun
nusa menjerit
jatuh jatuh jatuh
peranakan mengharap
mendeliar orang tengah
janji di ungkap
jalan disuluh
cara dibentang
namun penjaga-penjaga disuap
rizab dipajak
istimewa lain dipijak
baya aku melayu baru
dan melayu baru merayu tanpa malu
melayu baru cacah tubuh
melayu baru melayu walhasil
melayu itu bunuh melayu ini
makin layu wahai bangsaku
makin kedepan makin barat
timur hilang jalan terkangkang
dia melayu,aku melayu kamu juga melayu
keluaran habuk serbuk kayu
pahlawan mara kedepan
perjuang ketuanan
rakyat-rakyat nganga anggukkan
dia dapat dato
kita dapat sesal
makin baru makin bebal
tanjak bertukar,disarung kepala naga
dan mereka mereka berdiri megah
ada pistol ada buah
kita ada apa?
Isnin, 15 November 2010
provokasi
nista melempar tepat
singa menyinga santapan terangkat
suapan bertalu dayang melayan
ribut bertalu merobek kayangan
nun dikalangan mamanda mamanda setia
ligat otak kerahkan cara
apa cara jebat wajib disula
merpati menyampai khabaran palsu
pelusuk tani kabut meluru
sapi dijauh tersenyum padu
singgahsana itu mutlakmu
bertalu-talu panah meluru
tidak setitik mengugatmu
dan kamu masih disitu...
Isnin, 18 Oktober 2010
seruan mereka
rintik-rintik lebat tidak bias tubuh mereka
tegar berdiri tidak ubah patung gagah sunyi
laungan makin gema
memekakkan telinga memecahkan atmosfera
puluhan berdiri merangkul belikat setempat
kedepan terus bangkit rasa
makin dihayun makin menyerap semangat
tidak kebelakang walau setapak
ini seruan mereka
harga diri mereka
suara mereka masa depan kita
dirampas disekat tanpa alasan
punyalah sial bukti tidak bersifat
mereka bukan anjing perbatasan
diberi dadah menghidu kesalahan
teruskan berdiri untuk kebebasan ini anak muda
suara ini untuk cucu kita
dan keadilan ini untuk sejarah buku teks masa depan.
Langgan:
Catatan (Atom)



